Menikmati Tantangan di Safari Berburu 2018

IMG-20180311-WA0029

Menikmati olahraga berburu memang tidak seperti menikmati olahraga lainnya yang bisa dilakukan setiap hari. Olahraga berburu hanya bisa dilakukan dengan persiapan yang matang, mulai dari perencanaan, pengurusan izin angkut senjata dan amunisi, hingga menuju lokasi perburuan yang jauh.

Kegiatan perburuan kali ini kami para pemburu dari Perbakin DKI Jaya kembali menuju lokasi perburuan di wilayah hutan Bengkulu, Pulau Sumatera. Di wilayah ini, Puma Group dari Perbakin DKI Jaya sudah lama memiliki basecamp. Basecamp yang dibangun permanen ini menjadi tempat singgah kami para pemburu saat ingin mengadakan kegiatan hobi berburu di sini.

Safari berburu kali ini dilakukan di awal Maret 2018. Cukup banyak dan antusias para pemburu yang bergabung dalam Safari Berburu kali ini. Kendaraan dari Jakarta diperkirakan menempuh waktu perjalanan hari tiba di Bengkulu. Kegiatan di medan perburuan baru dilakukan pada hari ketiga.

IMG-20180314-WA0001

Seperti biasa, setiap kali akan melakukan kegiatan perburuan, kami harus melalui proses pemeriksaan senjata berburu di Polda Bengkulu. Setelah dinyatakan clear dan sesuai prosedur, kami pun melakukan briefing dan berbagai persiapan lainnya. Dalam briefing, kami juga menyepakati titik temu untuk para pemburu untuk koordinasi.

Hari pertama, ibarat kuda yang lepas talinya, mobil berburu menyebar ke segala pelosok Bengkulu, sesuai dengan kesepakatan saat persiapan. Ada yang menuju ke hutan bagian Utara, hutan Ipuh, hutan sekitar Muko-muko, dan ada juga yang ke hutan bagian Selatan.

Saya sengaja datang lebih awal di Bengkulu, untuk memastikan seluruh persiapan di lokasi perburuan. Tiba di lokasi 8 Maret, saya langsung menuju ke basecamp di wilayah Ipuh. Di sini saya berkoordinasi dengan kawan pemburu di lapangan, melihat cuaca, sebaran babi hutan, dan mempelajari kapan biasanya babi hutan keluar dari sarangnya saat kondisi musim hujan seperti sekarang.

Mempelajari kebiasaan hidup binatang pengerat seperti babi hutan, merupakan kemampuan tersendiri bagi seorang pemburu. Tentu saja dilengkapi dengan informasi warga sekitar yang juga tahu akan kebiasaan binatang liar itu di sana.

KAWAN PEMBURU BERDATANGAN

Perburuan kali ini agak sedikit berat, karena cuaca kurang mendukung. Curah hujan cukup tinggi dan babi hutan lebih sering keluar dari sarangnya menjelang pagi, setelah jam 2 pagi. Artinya, perburuan harus kami lakukan di malam gelap gulita hingga pagi buta. Ini adalah tantangan, dan bagi pemburu setiap tantangan adalah kenikmatan tersendiri.

Selain soal cuaca, tantangan lain bagi pemburu adalah menu santap saat di area perburuan. Yang dimakan tentu yang ada saja, menu biasa tentu mie instant, dan ikan asin sudah cukuplah. Pemburu tidak terlalu mempersoalkannya,

Dalam perburuan kali ini, saya berpartner dengan pemburu senior Eko H. Selama dua malam kami menikmati perburuan. Hasilmya lumayan, hunter Eko dapat 7 ekor babi hutan dan saya berhasil merobohkan 5 ekor.

IMG-20180315-WA0007

Kedatangan pemburu senior Jemmy Djajadiningrat, Ketua Perbakin Karawang, Jawa Barat, menambah serunya suasana berburu. Pemburu yang satu ini memang luar biasa. Malam pertama, dia sudah menembak 9 ekor babi hutan. Naluri berburunya sangat tajam, wajar jika prestasi juga luar biasa.

Kedatangan hunter Budi di hari berikutnya dengan dua mobil berburu juga makin menambah kemeriahan aktivitas perburuan kali ini. Seperti biasa, pemburu yang satu ini membawa cukup banyak stok makanan untuk “perbaikan gizi” para pemburu yang sudah lebih awal ada di lokasi. Maklum, selama itu makanan pemburu masih menu “generik”, seperti mie instant dan ikan asin.

IMG-20180323-WA0018

Tamu penting lainnya yang datang adalah para pemburu senior seperti Steven Djajadiningrat dan Arwin Rasyid. Kedua pemburu ini juga sangat antusias dengan kegiatan Safari Berburu. Begitu datang, hanya istirahat sejenak, lalu langsung zeroing senjata untuk persiapan malamnya.

Pemburu senior Arwin Rasyid malam itu berpasangan dengan hunter Jemmy dan mendapat 5 ekor. Meski tak sebanyak sebelumnya, namun keduanya tampak puas.

SENJATA GAJELUK

Di area peburuan, sesuai dengan aturan mainnya, para pemburu hanya diperbolehkan menambak babi hutan sebagai targetnya. Kami tidak diperbolehkan menembak hewan yang dilindungi oleh negara seperti rusa, harimau, dan lainnya.

Namun saat berada di area perburuan, kami kadang menjumpai persoalan. Di hutan wilayah Bengkulu, hingga kini masih banyak warga sekitar yang beburu dengan cara mereka. Mereka adalah para pencari daging babi hutan dan rusa untuk dijual.

Senjata yang digunakan adalah senjata yang mereka sebut gejeluk yang dipompa. Senjata ini tampak sederhana, namun mampu mematikan babi hutan dan rusa. Menurut informasi yang saya dapatkan dari warga sekitar, para pencari daging ini menjual daging rusa dengan harga cukup tinggi.

Untuk daging rusa bersih 60 kg, mereka bisa mendapatkan Rp 6 juta. Penghasilan yang menggiurkan untuk mereka, tapi cara ini merusak ekosistem yang ada.

Kami para pemburu dari Perbakin berharap, aparat kehutanan, kepolisian, dan Perbakin di Bengkulu memperhatikan hal ini dengan serius. Sebab, selain merusak ekosistem, kegiatan warga macam ini bisa berpengaruh pada citra pemburu Perbakin yang melakukan kegiatan dengan aturan main yang benar.

Perburuan kami selama seminggu di sana, membantu petani dengan dikuranginya babi hutan sekitar 75 ekor. Belum lagi kawan-kawan pemburu group lain yang juga mendapat hasil yang kurang lebih sama, terlihat dari foto-foto di bawah tulisan ini.

IMG-20180323-WA0005

Di setiap ending aktivits peburuan, kami selalu menyempatkan diri untuk mencari sisi lain berburu. Menikmati keindahan alam sekitar lokasi perburuan tidak pernah kami lewatkan.

Di Bengkulu kami sempat menikmati pemandangan yang menakjubkan, ada semcam litle Tanah Lot di perjalanan dari Bengkulu menuju Ipuh. Di sini kami juga menikmati segarnya air kelapa muda.

IMG-20180323-WA0006

Selain itu, kami juga menyempatkan untuk bersantap lontong sayur di sekitar Perkebunan sawit di Ipuh, Bengkulu Utara, sembari ngobrol dengan pemilik warungnya. Bu Romlah, nama pemilik warung itu bercerita ia bersal dari Kota Tasik, Jawa Barat, dan merantau ke Bengkulu sudah puluhan tahun bermukim di sini.

Sungguh nikmat perburuan kami kali ini. Sampai jumpa di perburuan selanjutnya.

Salam Perburuan

Kendrariadi, Senior Hunter Puma Group

GALERI FOTO

bengkong2

IMG-20180311-WA0015

beny

IMG-20180312-WA0016

IMG-20180311-WA0024

IMG-20180314-WA0004

IMG-20180311-WA0025

IMG-20180311-WA0016

IMG-20180311-WA0018

IMG-20180315-WA0004

IMG-20180323-WA0017-dua

IMG-20180323-WA0019

IMG-20180311-WA0020

IMG-20180323-WA0007

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>