Soal Angkut Senjata & Amunisi dengan Pesawat Terbang

ilustrasi

Kegiatan olahraga berburu di Indonesia hingga kini masih terbentur banyak regulasi dari pemerintah. Salah satunya adalah tentang Izin Membawa Senjata dan Amunisi Untuk Kepentingan Olahraga melalui pesawat.

Itu sebabnya, para penikmat hobi berburu acap kali harus membawa senjata dan amunisi melalui jalan darat, meskipun perjalananya cukup jauh. Kalaupun bisa, hanya maskapai penerbangan tertentu dan jumlah senjata dan amunisi yang terbatas. Jadi, tergantung pintar-pintarnya pemburu untuk melobi pihak maskapai penerbangan.

Untuk kegiatan berburu di Bengkulu misalnya, para hunter dari Perbakin DKI Jakarta terpaksa masih mengangkut senjata dan amunisi menggunakan mobil berburu melalui jalan darat dan penyeberangan kapal roro melalui Pelabuhan Merak di Banten dan Pelabuhan Bakauheni di Lampung. Senjata dibawa oleh para kru dan beberapa pemburu.

Sementara para pemburu yang enggan menempuh perjalanan darat yang memakan waktu cukup lama memilih naik pesawat ke lokasi kota perburuan.

Kini, aturan angkut senjaa dan amunisi olahraga berburu sudah mulai sedikit dilonggarkan. Direktur Keamanan Penerbangan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, M. Nasir Usman mengirimkan surat yang berkaitan dengan angkutan senjata dan amunisi olahraga berburu kepada PB Perbakin.

Surat tersebut merupakan respon atas surat permohonan yang dikirim oleh Ketua Umum PB Perbakin Nomor 105/KU/PB/II 2018 tanggal 19 Pebruari 2018 Perihal Permohonan Revisi Terjemahan Peraturan ICAO.

Dalam surat jawaban Direktur Keamanan Penerbangan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan bertanggal 16 Maret 2018 tersebut dijelaskan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengucapkan terima kasih atas masukan PB. Perbakin terhadap Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM.80 Tahun 2017 dan masukan PB. Perbakin tersebut akan diakomodir dan evaluasi.

Terkait permohonan PB. Perbakin untuk membawa senjata dan amunisi dalam rangka kepentingan olahraga menernbak dan berburu di seluruh Indonesia, pada prinsipnya Direktorat Jenderai Perhubungan Udara tidak keberatan atas permohonan PB. Perbakin tersebut.

Untuk pelaksanaan di atas, diharapkan PB. Perbakin dapat berkoordinasi dengan Airlines pengangkut yang telah mendapatkan ljin Pengangkutan Barang Bebahaya Airliles dan memberikan data: daerah tujuan pengiriman, jenis barang yang akan dikirim, jumlah barang, proses pengemasan, dan kelengkapan dokumen pengiriman.

Akankan pihak maskapai penerbangan memberikan kemudahan angkut senjata dan amunisi untuk kegiatan olahraga berburu di masa mendatang, setelah adanya surat ini? (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>