ETIKA BERBURU DAN ETIKA PEMBURU

etika_1

Pemburu etis memperlakukan olahraga berburu dengan hormat, baik sebelum dan sesudah tembakan.Berburu memiliki dua jenis aturan: aturan tertulis dan tidak tertulis. Ini adalah kode etik atau kode kehormatan bahwa tempat olahraga berburu sejati ada pada dirinya sendiri.

Dalam berburu, mematuhi undang-undang saja tidaklah cukup. Tanpa etika, pria atau wanita yang memiliki izin berburu, akan miskin terhadap ketaatan hukum berburu dan masih menjadi olahragawan yang tak tahu aturan.

Tidak ada yang ilegal menembak binatang (apapun jenisnya) di hunting range di negara manapun, baik dengan cara berjalan dan menembak pada jarak lebih dari 600 meter jauhnya (dengan senapan) atau menembak burung terbang pada ketinggian lebih dari 100 meter, atau menembak dengan panah pada hewan yang berada di luar jangkauan tembak efektifnya.

Namun pemburu yang memiliki etika mengetahui baik batas peralatannya, kemampuan menembaknya, dan selalu mencoba untuk sekali bidik (Clean Shot). Pemburu yang beretika tentu akan sangat berhati-hati dalam melepaskan tembakannya, karena jika tidak tepat pada sasaran yang mematikan, hanya akan menyakiti binatang buruannya.Selain itu, pemburu beretika mematuhi semua hukum ketika melakukan olahraga berburu.

Tidak semua olahragawan menembak memiliki keterampilan berburu yang baik. Maka itu, jika ia belum memiliki kemampuan menembak yang baik, dia akan bekerja keras untuk mempelajari dan mempraktekkannya dengan tekun.

Dengan terus mempelajari teknik berburu yang baik dan benar, maka dia akan memiliki rasa hormat terhadap buruan mereka. Dia juga akan berburu hanya dengan cara yang adil, tidak menyakiti target buruannya.

Bagi seorang pemburu yang memegang etika, dia tidak mungkin melawan hukum untuk menembak burung yang sedang berada di tanah atau bebek berenang di air atau kelinci yang tengah bersembunyi. Pemburu yang paham etika berburu, tidak akan pernah melakukan itu.

Pemburu etis memperlakukan olahraga berburu dengan hormat baik sebelum dan sesudah tembakan. Itulah sebabnya, pemburu burung yang etis, mereka juga mampu menjaga tata cara jika menggunakan anjing terlatih.

Anjing terlatih ini digunakan tidak hanya untuk menemukan burung-burung yang sudah terbidik, tetapi juga untuk memulihkan burung-burung ketika mereka jatuh. Dan, ini hanya bisa dilakukan oleh anjing-anjing yang terlatih, khusus untuk berburu.

Pemburu yang etis tidak pernah mengambil lebih dari batas legal permainan. Dengan demikian, seorang pemburu tidak akan secara serampangan dalam menggunakan senjata dalam berburu. Atau, seorang pemburu tidak akan melampau batas waktu izin penggunaan senjata berburu.

BERBAGI ILMU DAN KESEMPATAN

Ada dua tipe orang di dunia ini, pemberi dan penerima. Pemburu etis adalah seorang pemberi. Artinya, dia akan banyak berbagi ilmu dan kesempatan dengan sesama pemburu lainnya. Dia tidak mau serakah dalam berburu. Saat berburu, ia akan memberikan peluang bagi temannya untuk menembak target buruan.

Intinya, ia mau berbagi kesenangan dengan sesama pemburu. Pemburu etis juga bersedia meluangkan waktu untuk memperkenalkan kepada anak muda untuk menikmati pengalaman berburu (regenerasi berburu).

Berbagi pengalaman dengan sesama pemburu, menjadi momen penting selama berburu.

Berbagi pengalaman dengan sesama pemburu, menjadi momen penting selama berburu.

Sementara untuk pemburu tidak etis, dia tidak pernah memberikan atau berbagi ilmu dan kesempatan kepada siapapun, bahkan dia enggan istirahat selama berburu. Mereka adalah orang-orang yang membual tentang keberhasilan mereka ketika berhasil menembak target buruan atau membuat alasan ketika tidak berhasil. Mereka akan berburu seolah target buruan itu milik pribadi dan tidak menunjukkan rasa hormat terhadap medan perburuan yang mereka jamah.

Dan yang lebih penting lagi, seorang pemburu yang etis juga akan memahami dan menjaga betul konservasi atau keseimbangan alam. Jika ada kerumuman target buruan di depan mata,  ia tahu betul satwa mana yang pantas untuk ditembak dan mana yang taidak. Dia tidak akan menembak satwa yang masih kecil atau satwa betina yang sedang bunting.

Sebaliknya, pemburu yang tak memiliki etika, ia akan menembak sesuka hati, apa saja target buruan yang ada di depan mata. Perilaku inilah yang kemudian memicu reaksi sentimen dari  kalangan yang tak suka dengan kegiatan berburu.

Jadi, Anda termasuk jenis pemburu yang mana?

Sumber: comcast.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>