Kepedulian dapat muncul di saat kita menikmati hobi. Dari hobi berburu misalnya, para hunter kerap kali terketuk hatinya ketika melihat kondisi masyarakat sekitar medan perburuan. Tempat-tempat terpencil yang masyarakatnya masih terganggu dengan melimpahnya hama babi hutan memang menjadi lokasi menantang bagi para hunter Indonesia.
 
Awal september lalu, Perbakin DKI Jakarta mengadakan Safari Berburu ke daerah Ipuh, Bengkulu Utara.  Dalam kesempatan itu, Perbakin DKI Jakarta bekerjasama dengan organisasi GP Farmasi Indonesia dan PMMC mengadakan bakti sosial. Ketiga organisasi ini memberikan bantuan obat-obatan kepada masyarakat Ipuh, melalui Puskesmas Ipuh.


Senior Hunter Kendrariadi bersama Ketua Umum Pengda Perbakin DKI Jaya Wahyono


Penyelanggaraan bakti sosial ini bermula dari surat Dr Yuliarti Yustini, kepala Puskesmas Ipuh kepada GP Farmasi dan PMMC tentang yang berisikan permohonan bantuan obat berikut lampiran daftar obat yang dibutuhkan. Sebagai organisasi yang tak hanya berorientasi bisnis, GP Farmasi dan PMMC , merespon positif surat permohonan tersebut.

Melalui PUMA group, salah satu klub berburu Perbakin DKI Jaya, kedua organisasi tersebut membuat program berburu sambil berbakti sosial di lokasi perburuan. Tanggal  10 September 2012 , pukul 09.00 bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Umum Parbakin DKI Komjen Pol. Wahyono, mantan Kapolda Metro Jaya.

Para hunter dari Puma Group

Selain Perbakin DKI, secara simbolis bantuan juga diserahkan oleh Teddy Iman Soewahyo mewakili PMMC/GP Farmasi Indonesia.

Jelas sekali pesan Ketum Perbakin DKI dalam sambutannya, bahwa hobi berburu juga dapat menjadi media untuk melihat masyarakat miskin di lokasi perburuan. Dan, memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar area perburuan tak harus dalam bentuk uang, tapi juga bisa dengan pendukung peningkatan kesehatan.

Berburu Babi Hutan


Selama tiga malam para hunter dari Puma Group berburu babi hutan di kawasan Ipuh. Di kawasan ini, habibat babi hutan cukup besar sehingga cukup merugikan masyarakt petani di daerah tersebut. Hama berkaki empat itu merusak ladang perkebunan milik para petani di sini.

Ketua Umum Pengda Perbakin DKI Jaya Wahyono menyerahkan bantuan obat-obatan kepada Penglola Puskesmas

Selama ini, para petani sawit cukup kewalahan terhadap serangan hama babi hutan. Kelapa sawit yang baru ditanam ludes dirusak hama babi hutan yang biasanya datang bergerombol. Kawanan babi hutan ini memakan umbi kelapa sawit yang baru ditanam itu. Umbi kelap sawit muda, memang menjadi salah satu makanan hewan ini.

Kehadiran para pemburu dari Puma Group merupakan “keberuntungan” bagi para petani kelapa sawit. Apalagi kini, Puma Group telah mempunyai basecamp di pedalaman perkebunan kelapa sawit Ipuh. Dengan adanya basecamp ini, para pemburu dapat berinteraksi langsung dengan penduduk setempat, sekaligus membantu melakukan penjarangan hama babi hutan.

Para pemburu dan seluruh peerwakilan dari GP farmasi/PMMC dan Perbakin DKI Jaya berfoto bersama dengan pengelola Puskesmas Ipuh

Para pemburu berburu setiap malam dengan sekitar lim kendaraan berburu. Dalam sekali sesi perburuan, rata-rata setiap mobil berhasilo membidik 5-6 babi hutan. Dalam perburuan kali ini, Ketua Umum Perbakin juga ikut dalam perburuan.

Seperti pada event perburuan sebelumnya, perburuan kali ini juga diliput oleh Trans7. Rasa lelah dan penat karena perjalanan yang cukup jauh terobati dengan perolehan peburuan yang cukup banyak. Salam Perburuan. (Kendrariadi, Senior Hunter)