Hobi berburu tidak terlepas dari keanekaragaman atribut atau asesoris. Kebanggaan para pemburu juga tercermin dari kesiapan mereka dalam mempersiapkan peralatan berburu, mulai dari mobil berburu, senjata, peluru, sepatu, makanan sampai dengan pakaian, serta asesoris  yang digunakan dalam perburuan.

Hal ini dapat dimengerti, mengingat medan dan cuaca tempat berburu yang berbeda dari waktu ke waktu. Perlengkapan berburu saat musim dingin akan berbeda dengan saat musim panas. Medan perburuan di hutan pun akan berbeda dengan padang. Karena itu, perlengkapan yang dibawa akan disesuaikan dengan kondisi tersebut di atas, termasuk pakaian berburu yang sesuai dengan medan perburuan saat itu.

Penulis baru saja meluangkan waktu di Australia, dan mendapat kesempatan selama sepekan melihat–lihat bagaimana para pemburu Australia mempersiapkan diri mereka di medan perburuan. Mulai dari berbagai toko senjata hingga toko-toko asesoris berburu. Untuk toko senjata, dijaga lebih ketat dibandingkan toko-toko asesoris. Hanya mereka yang mempunyai ”Appointment dan  Hunting License” yang dapat dilayani dan membeli senjata. Dan, itupun masih disertai berbagai pelaporan ke Pemerintah akan kepemilikan senjata tersebut.

Toko penjual senjata atau Gun Dealer  biasanya pintunya terkunci rapat. Jika kita ingin masuk, maka akan dibuka oleh sang penjaga toko dari dalam. Ini adalah langkah keamanan yang mereka lakukan, agar yang masuk adalah ”wajah” yang mereka kenal dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kebetulan penulis dapat masuk dan berbincang dengan pemilik toko, yang kebetulan juga pemburu. Cerita panjang lebar tentang berbagai macam pengalaman berburu, termasuk pengalaman berburu babi singa di kalimantan. Dan, saat penulis memperlihatkan foto babi singa yang besar, mereka sangat tertarik, unbelievable!   

Yang juga sangat menarik adalah toko-toko yang menjual asesori atau pakaian berburu, biasanya menjadi satu dengan peralatan adventure. Perlu dipahami, Australia yang merupakan benua yang masih sedikit ditinggali orang, dan masih banyak padang, bukit, gurun, sungai , hutan yang masih terjaga baik. Kondisi ini membuat masyarakatnya banyak mencintai olahraga yang berkaitan dengan adventure, diantaranya tentunya berburu dan memancing.

Dari kedua olahraga inilah pemerintah Australia mendapat banyak masuk devisa dengan menjual paket berburu dan memancing. Pakaian dan asesori berburu/adventure ini sangatlah menarik karena banyak macam serta fungsinya yang penulis baru mengetahuinya setelah bertanya ke penjaga toko. Sebagai contoh, pakaian berburu bagi yang pemburu yang menggunakan anak panah atau Bow Hunting, akan berbeda dengan pemburu yang menggunakan senjata api.

Saat melakukan Bow Hunting, diperlukan pakaian yang sangat ”kamuflase”. Menyatu dengan alam sekitarnya, dan tidak sedikit yang juga dilengkapi dengan ”parfum” yang disemprotkan ke baju atau celana pemburu agar tidak tercium binatang buruan. Hal ini dapat dimengerti karena dalam Bow Hunting pemburu berjarak sangat dekat dengan binatang buruan, hanya sekitar 15 - 25 meter atau bahkan  kurang dari itu.

Sedangkan bagi pemburu dengan senjata api, pakaian yang dipakai juga sedikit berbeda. Biasanya, bagi perburuan dengan menggunakan anjing, para pemburu menggunakan topi atau jaket yang berwarna orange atau blaze colour.

Penggunaan pakaian warna”blaze atau orange” karena warna tersebut di mata binatang akan terlihat gelap dan tidak menarik perhatian binatang buruan. Sedangkan bagi para pemburu sangatlah bermanfaat karena dengan warna tersebut akan mudah mengetahui posisi kawan-kawan pemburu lainnya. Dan, ini merupakan langkah keamanan di medan perburuan. 

Tidak akan ada habisnya kalau kita membicarakan segala macam perlengkapan berburu ini. Akan tetapi, yang penulis dapat resapi setelah berkunjung ke toko-toko peralatan berburu itu, Australia adalah tempat untuk memanjakan para pemburu. Semoga bermafaat. Salam Perburuan! (Kendrariadi Suhanda, Senior Hunter Puma Group, Perbakin DKI Jaya)